Ada 4 hal yang bisa buat bahagia, menurut gue ya..
1. Ice Cream
Ini udah jadi rahasia umum jutaan umat. Ice cream makanan paling jitu yang bisa 'naikin' mood. Makanya kalau di kantor, kalau udah pada stress sama kerjaan atau lagi not-in-the-mood langsung pada jajan ice cream. Dan gue juga salah satu dari sekian banyak orang yang mengandalkan ice cream kalau mood lagi kacau. Keseringan sih berhasil, dampaknya jadi lebih rilex dan enak aja, susah untuk mendeskripsikannya. Tapi kalau lagi ada masalah yang emang cukup rumit atau besar atau lagi ada hal yang dipikirin banget, ice cream nya engga mempan. Cuma yaa lumayan lah bikin lupa sebentar sama masalah atau yang lagi dipikirin itu pas lagi makan ice cream nya. Kalau teman gue lagi sedih atau lagi ada masalah biasanya juga gue traktir mereka ice cream dengan harapan mereka bisa jadi sedikit lebih baik perasaannya. Gue paling suka ice cream rasa cokelat. Karena gue juga suka cokelat jadi favorite gue adalah ice cream cokelat. Itu nikmat banget, the best mood booster. Apalagi kalau habis nangis trus makan ice cream, rasanya plong, semacam jadi tissue-nya hati kalau abis nangis.
2. Musik
Hampir semua orang suka musik, mungkin bukan hampir lagi, tapi semua orang. Katanya musik itu teman paling setia, karena musik bisa dinikmati dimana aja dan kapan aja. Lagi sedih ataupun lagi senang, lagi di motor, lagi di mobil, lagi di kereta, sambil jalan, sambil masak, sambil kerja, sambil ngupil, sambil tidur (ini ga boleh sebenarnya), sambil poop, dan lain sebagainya. Gue bakal ngerasa hampa tanpa musik, sepi. Kerja aja sambil dengarin musik dari youtube atau streaming radio. Berangkat dan pergi kerja di kereta juga on terus. Dan setiap dari kita pasti punya musisi-musisi favorite dan aliran musik favorite. Gue sendiri suka semua aliran musik dari dangdut, hip hop, blues, country, sampe classic rock. Semuanya bisa gue nikmatin. Sedangkan musisi the most favorite gue adalah John Mayer. Engga punya alasan untuk engga suka sama lagu-lagunya. Dua lagu dia yang paling paling gue sukain adalah Your Body Is Wonderland sama Say What You Need To Say. Gue suka semua lagunya, tapi dua lagu itu yang bisa sampe puluhan kali di play. Dengarin lagu Your Body Is Wonderland itu bisa buat senyum-senyum sendiri, serasa lagi dinyanyiin sama dia (you wish Dian). Jaman kuliah tiap praktek sore gue sama teman-teman gue suka nyanyiin lagu ini untuk ngilangin kantuk. Lagu Say What You Need To Say paling sering gue play di perjalanan berangkat ke kampus atau lagu penghantar tidur. Waktu di Kediri kampung inggris, teman sekamar gue nge-play lagu ini untuk ngebangunin gue. Karena gue langsung bangun dan nyanyiin lagunya. Padahal alarm aja ga mempan bangunin gue. Selain John Mayer ada lagi beberapa yang lain yang jadi favorite, kalau band ada Simple Plan dan Cold Play, musisi wanitanya ada Colbie Caillat, Taylor Swift, lebih suka Taylor Swift yang dulu sih, yang aliran musiknya masih country. Oh iya Lady Antebellum juga gue suka, mereka pernah dapat 5 penghargaan sekaligus di Grammy Awards 2011 loh. Suka Michael Buble juga. Boyband ga lain dan ga bukan pasti Westlife sih gue, dari gue SD udah dengar lagu-lagu mereka, akhir tahun 2013 nonton konser farewell mereka sedih gitu, hiks. MCR, Bon Jovi, Blink 182, The Click Five, band-band yang lagunya ga ada matinya bagi gue. Musisi Indonesia the most favorite gue Maliq & D'Essentials. Dan band Sheila On Seven, selain SO7 ga ada band bagus lagi menurut gue di Indonesia. Di bawah ada 4 Music Video favorite gue, masih ada lagi yang lainnya, tapi akhir-akhir ini seringnya nonton yang ini.
Colbie Caillat - Bubbly
Lady Antebellum - Just A Kiss
Gabrielle Aplin - Please Don't Say You Love Me
Colbie Caillat - Try
3. Film
Kalau film gue ga bisa bilang semua orang suka. Soalnya gue kenal orang yang ga suka nonton film. Padahal film itu salah satu hiburan loh. Hiburan banget malah untuk gue. Nonton film bisa ngasih perasaan senang untuk gue, apalagi kalau film yang habis gue tonton bagus dan keren. Ada kepuasan tersendiri. Terus kalau kasih rekomendasi film yang layak atau wajib ditonton ke teman-teman dan setelah itu mereka bilang rekomendasi gue ga mengecewakan, ternyata benar bagus dan keren, makin senang plus ada rasa bangga gitu deh. Gue salah satu member di tempat penyewaan DVD ternama. Jaman masih kuliah kalau besoknya libur atau ada libur 2 hari berturut atau pas weekend dan ga ada rencana untuk kemana-mana gue nyewa beberapa DVD sebagai sohib gue untuk menikmati my free time. Kalau lagi sedih dan pengen nangis biasanya gue datang dan langsung bilang ke abangnya "Bang film yang bisa bikin nangis apa?". Pernah direkomendasiin film A Walk To Remember sama Dear John. Nangis? engga. Engga berhasil, engga bikin nangis, ngantuk iya. Emang dasarnya gue bukan penggemar film drama romantis, tapi gue maksain untuk nonton sampe habis film A Walk To Remember nya sih, karena suka sama pemain utama cewek dan cowok nya. Sedangkan Dear John gue ga ada minat sama sekali untuk nonton setelah nonton A Walk To Remember, soalnya gue ingat kata abangnya kalau dua film itu sejenis. 500 Days Of Summer salah satu film drama romantis yang menurut gue bagus, bukan menurut gue doang sih, banyak. Ratingnya aja 7.8 di IMDb. Sedangkan nonton film komedi gue pernah nangis. Gue 'banjir' nonton film Click yang main si Adam Sandler, adegan waktu dia hampir meninggal dan ngasih pesan ke anak dan istrinya gue nangis. Gue suka nonton ulang film itu kalau lagi me time, karena kembali ingatin gue: proses itu lebih penting dari hasil, dan family always come first. Selain itu ada lagi film yang jadi andalan kalau lagi me time, The Guardian. Ada dialog yang paling gue suka di film itu "You have to find a way to be that miracle". Gue penggemar film action, musikal, animasi, fantasy, adventure. Film komedi jangan ditanya, itu mah pasti disukain semua orang. The Lord Of The Rings, Narnia, Iron Man, Transformer, almost allDisneymovies, High School Musical, etc. Film-film animasi produksi Dream Works juga banyak yang gue suka. Di tahun ini banyak sih film-film wajib tonton, agak kecewa sama Avengers 2 dan Fantastic Four dari Marvel, ga sesuai ekspetasi. Untung ada Ant Man, itu keren sih bagi gue. Gue sampe rela nonton 2 kali. Disney juga ngeluarin banyak film. Gue nonton Cinderella dan Tomorrowland, minggu lalu gue baru aja nonton Inside Out, nonton film itu lo bakal sadar it's okay to feel sad sometimes. Bulan ini bakal tayang lagi film Disney, Descendants. Pasti gue tonton karena itu film musikal. Suka banget sama film musikal. Bulan Mei lalu ada Pitch Perfect 2 dan kurang memuaskan, masih lebih bagus yang pertama. Dan film yang paling ditunggu banyak orang adalah yang bakal tayang di akhir tahun ini, Star Wars. Pokoknya kalau udah ngomongin film gue susah stop, gue punya sahabat yang juga penggemar film, kalau udah chat sama dia ngobrolin film suka asik sendiri, dan kadang suka lupa kalau lagi di tempat umum. Jadi autis sama HP. Gue juga suka film-film pendek. Nontonnya dari Youtube. Kalau nemu film pendek yang bagus biasanya langsung gue share ke teman-teman gue, nyuruh mereka untuk nonton juga. Di bawah beberapa film pendek yang pernah gue rekomendasiin ke teman-teman gue.
Gadis Di Ruang Tunggu
Ada Ello jadi cameo loh.
Pesan Dari Cinta
Selfie
Must watch!
Durable Love
Ini lucu.
4. Pelukan
Siapa sih yang ga bahagia di peluk, iya kan? Kecuali kalau di peluk sama banci ya, itu bagi teman-teman cowok gue musibah. Hugs are the best medical, setuju banget. Sampai di film-in kan, kalau lo pernah nonton film Big Hero 6 lo pasti ngerti hehe. Gue suka banget dipeluk dan juga suka meluk. Tapi ada juga kondisi dimana gue ngehindarin pelukan, walaupun itu sebenarnya yang lagi gue butuhin. Yaitu kalau lagi nahan nangis, kalau dipeluk bisa langsung keluar gitu aja. Dipeluk itu rasanya nyaman, hangat, ngerasa disayang, diperhatiin, dipeduliin, dilindungin. Pas lagi capek banget gue suka datang ke teman gue dan meluk mereka, ngerebahin kepala gue diatas bahu mereka. Dan gue ga pernah keberatan teman gue ngelakuin hal yang sama ke gue. Kalau ada yang lagi cerita tentang kesedihan mereka atau masalah sulit yang lagi mereka hadapin gue juga biasanya kasih pelukan, soalnya gue bukan orang yang ahli dalam hal ngasih saran atau kata-kata bijak, kadang malah bikin dongkol komentar gue, lagian disaat orang lagi cerita tentang kesedihan mereka atau masalah mereka, yang paling mereka butuhin itu bukan saran, kecuali kalau mereka minta. Jadi yang bisa gue kasih selain kuping gue ya pelukan. Emang ga empuk dan ga hangat sih pelukan gue, maklum kecil. Badannya. Tapi setidaknya, itu cara terbaik untuk ngasih tau mereka masih punya orang-orang yang peduli sama mereka dan yakin mereka bisa ngelaluinnya. Besar kecilnya dampak pelukan itu tergantung siapa yang meluknya loh, bakal beda-beda, ga sama.
Ice Cream, Musik, Film dan Pelukan cuma 'alat' untuk gue bahagia, dan kebahagiaan sebenarnya adalah ketika bisa berbagi hal yang buat kita bahagia. Makan ice cream bareng teman, dengar musik satu headset berdua, nonton film bareng teman, meluk dan dipeluk orang-orang yang gue sayang. Karena yang terpenting itu bukan apa, dimana, kapan dan bagaimana. Tapi bersama dengan siapa :)
Two days ago, I learned that there is some people who only want to have me, who only wants to make me one of his possessions, but he’ll never really be there by my side.
Yesterday, I learned that we don’t grow up together. Some of us grow up earlier, some of us grow up at the perfect time, while the rest grow up later.
Today, I learned that there are some good guys who want to be there by my side, without even thinking about making me one of their prized possessions. There are some guys who stay there whenever you need them, whatever you say, whatever you do.
I still don't feel like I know what I want to do for the rest of my life. I'm still here at the media company working as an intern even though I only planned to be here for just four months. You won't know what you want, believe me - so don't complain that it's still unclear and let it all happen organically, like the way Summer woke up one morning and just decided to get married. Stuff like that actually happens.
But the most important is this:
Still finding out who you are.
After graduated you're just about to begin, you're just about to enter a world where you will work with the worst people you've ever meet, watch other people get paid more better than you, and be in new relationships with other people for networking. There will be so many countless moments that will challenge you, tear you apart, and question the very choices that you'll be making. You'll be surprised how happy you'll feel. You won't expect how upset you'll be over pointless mistakes other people make. You know nothing about yourself. You're only just about to find out. Don't be afraid of understanding and getting to know the worst part of you, that will probably be unravelled by someone else's existence in your life. It completes the picture. Let it be.
Life before work felt like a TV series, season after season. After you graduate, you will have all the time in the world, and no one will ever take hold of that. Make use of it. Do you want to be a workaholic? Go for it. Meet with friends? Why wouldn't you. But just make sure you choose what you want. And don't complain when you're noticing something wrong with your friends or your career. Because you can't make everyone happy.
There will be moments when your days will be busy. It will feel like this constant push, and your body will inject itself with adrenaline to give you the illusion that you'll be able to make it through the day. Which you will, of course you will. And when you come home, after a whole day's worth of deadlines - you'll probably end up sitting on the sofa, turning on the TV or Radio - and just do nothing. And that will feel absolutely amazing.
I'm sorry but you have to get used to it, especially if you think you've always been the glue that keeps everyone together. Life will simply move everyone into their own direction, and our lines might not intersect with one another in the future. But it's nothing to be afraid of. Why should it be? Stop thinking that your friends from university and high school will be the only friends you'll ever make. Some won't. But don't think everyone will leave you behind. The people that will stay with you, will stay with you. Let's just leave it at that.
I am a great believer of the saying that getting lost allows you to (re)discover yourself. Sometimes I understand myself better when I get lost. To be alone, a quality time for myself. Wondering about my life, imagining of the things that could have happened, or could not have happened. Recalling the events that have built my life up onto this moment and made me meet the people I've shared my life with, and the (expected) events that did not really make it.
So many things have come up I think it would be very important to take note of them. As a reminder. One day, I might have a look at these notes once again, simply to prevent them from being forgotten.
Being young is not only about leaving a mark in the world. It is also about letting the world leaves a mark within us. May it be through an event, or even more, through a person. So go.
When God takes away something you (thought you) have, usually you are going to get something better. However, be grateful of what you have at the moment. Keep it. Protect it. Or you might end up losing something that matters the most in your life. (And try not to regret when that happens, especially when you have failed in protecting it. Let it wander to a better place, a place that would keep it safe.)
Never fall in love in your sleep. What usually comes as a dream might suddenly show up as a nightmare. Since then, your sleeps and naps would never be the same anymore. Be in love while you are awake. Be in love knowing the risks you take, the 'dangers' you will face. Be in love with a person, not the idea of him/her that you have projected yourself. Be in love with a person, not the idea of him/her that he/she tries to project for you to believe in.
(Always) believe that there is probably a person out there who deserves to get the best of you. (You might meet him/her soon).
The only person in the world who could make you happy is yourself. Before others. (I usually compliment myself with ice creams too, though. Ice creams make me really happy.)
Most of the time, feeling exhausted also means that you have not make your life wasted for nothing. Keep going.
Some people are plastic. You know. And will forever be plastic. Nothing more.
One day, our best friend's life might be hanging on a thread.. On that moment, we just have to be with and for them, however difficult it might be or seem.
Some people are just going to step in and try to ruin everything, but we just have to keep on going. For everyone else is going to come and go, butthe bests are going to definitely stay for as long as they could.
Mistakes are always forgivable, if one has the courage to admit them.
Real living is living for others.
Last, but not least,
Be happy. Because you only need yourself to be happy, and because you can. Allow yourself to be happy. With or without someone else. Isn't it such a great feeling to realise that we can be happy on our own? As soon as we have allowed ourselves to be happy on our own, then we can be happy with another person.
Don’t forget to press play, well if your life is now paused. Enjoy your August.
I read my best buddy's personal message on LINE When you can live forever, what do you live for?
I was stunned. Many people wish they could live forever. I wish I could live forever. But, if God grants this wish, what do I live for? My life will be meaningless when the people I love have gone. Really. Maybe God won't let us live forever because most of us don't have aims in life. We just live this life, go with the flow. Maybe people in modern days live shorter because people lose their hopes gradually. What do we live for? What do I live for? Am I really living or just going with the flow? Oh, no. I will do heaps of things. I have a lot of things I want to do. There are plenty of things I haven't done in life, like… Travel around the world, meet Coldplay, get married, see the Northern Lights, find at least one thing each day that makes me happy and record it for a year, and more… and more…
"People want to know that they belong, they're needed, they're loved, they're wanted. That's it."
Hari ini ada hal yang gue sadari. Kalau gue dikelilingi sama orang-orang yang buat gue jadi salah satu orang beruntung dari sekian banyak orang-orang beruntung di dunia ini. Karena kehadiran mereka semua. Akhirnya gue sadar, mereka semua yang buat gue bisa terus ngejalanin hari-hari, ketawa, nangis, dan ngerasain berbagai macam perasaan. Mereka yang buat gue bisa bersyukur sebagai diri gue sekarang ini (engga termasuk kejelekan-kejelekan gue). Gue bukan orang yang pintar mengekspresikan perasaan gue dengan benar, gue juga bukan orang yang ahli menuliskan perasaan gue untuk bisa dimengerti. Dan bukan orang yang bisa ngebalas semua kebaikan yang gue terima dari orang-orang disekitar gue. Walaupun begitu, gue pengen tetap berusaha untuk menuliskan makna tentang kehadiran mereka. Tulisan ini bakal gue baca ulang kalau lagi down untuk ngingetin, gue punya orang-orang yang (pernah ataupun masih) pengen gue tetap berusaha untuk terus belajar jadi pribadi yang lebih baik dan terus nyoba untuk bisa jadi berguna. Ngga useless. Ada beberapa dari mereka yang jarang gue publikasikan yang ngga banyak orang tau kalau gue dekat sama mereka dan sering ngabisin waktu sama mereka. Gue bukan salah satu orang yang memanfaatkan dengan maksimal kegunaan media sosial untuk mempublikasikan kegiatan gue sehari-hari atau semua momen momen spesial gue ke banyak orang. Cuma disaat gue lagi kepengen. Itu bukan karena gue ngga senang, ngga bangga atau juga ngga mau ada yang tau. Some things are just too precious to be shared with many people. Karena mereka terlalu berharga, update di media sosial bukan hal yang utama bagi gue karena yang terutama adalah menikmati waktu kebersamaan yang saat itu lagi berlangsung. Bukan berarti orang-orang yang update ngga bisa menikmati waktu mereka, setiap orang punya cara mereka sendiri untuk mengekspresikan rasa senang. Dan gue memilih cara mengekspresikan rasa senang gue saat bersama mereka dengan ngga sibuk sama hp gue.
Ada beberapa dari mereka juga adalah orang orang baru yang tanpa gue sadarin udah ngambil tempat di hati gue. Salah satu dari mereka pernah ngepost di path dengan caption "teman baru rasa sewindu". Iya, walaupun gue baru kenal mereka, tapi rasa peduli mereka, kelucuan mereka, tingkah mereka, obrolan obrolan gue dengan mereka ngga menandakan kalau mereka adalah orang orang asing yang baru aja datang, dan berubah jadi orang orang yang gue harap mereka bisa menetap lebih lama atau kalau boleh seterusnya.
Words can't even describe their kindness. I won't stop say thank you to all of them for the supports and prayers and for always been there whenever i'm down even when i'm in the lowest mood. I know sometimes i scared them, but they should know that because i feel being myself when i'm with them. They make me comfortable in a weird way. They are not always perfect but for me it feels perfect having them in my life.
There will be plenty of times in our lives when we feel that life is too hard too difficult for us to go through it. The times where it seems like no one is there for us. The times where we lose all the hopes. But as soon as we make peace with ourselves and with what happen, we will be much much happier, the power of being ikhlas and accepting things as they happen.. Share your lessons learned from the problems you faced with some friends. No matter what, it's always better to be honest and express your true feelings to your friends.
Find a friend who when everybody has given up on you, will stay by your side no matter what. Have a lovely holiday! And happy ied mubarak :)
Agak sensitif kalau ngebahas tentang kuliah. Dan pagi ini mata dibuat berkaca-kaca karena diingatin sama masa-masa itu. Masa yang menyenangkan, masa dimana gue buat banyak kesalahan dan belajar banyak hal hal baru, masa dimana gue ketemu dan kenal orang-orang yang udah ngubah hidup gue jadi lebih baik, walaupun ada beberapa yang ngubah dengan cara yang sakit hehe. Hari sabtu lalu kelas gue selama 3 tahun kuliah EB14 ngadain acara bukber. Gue adalah salah satu orang yang awalnya minta acara itu diadain, tapi sayang pas hari H gue malah ngga bisa hadir diantara mereka semua. Beberapa minggu sebelum acara itu Onye dan Ebe minta gue ngebuatin video untuk EB14. Tapi masih belum ada waktu untuk bisa ngebuatnya, mungkin pas libur lebaran. 4 tahun waktu yang kita tunggu untuk dapat gelar sarjana udah berlalu dan udah hampir setahun kita semua resmi ngga harus belajar di satu ruang kelas yang sama. Kita ngga akan pernah tau apa yang terjadi dikedepannya. Gue cuma berharap, masih ada komunikasi satu sama lain. Layaknya sahabat, saudara yang saling membantu satu sama lain. Gue, juga akan berusaha ngebantu disaat mereka emang butuh bantuan. Perjalanan panjang hidup manusia emang ngga akan pernah berhenti sampe disini. Tapi mereka, udah jadi bagian dari rencana Tuhan. Mereka menjadi pelengkap dari potongan kisah yang ada, kisah yang udah pernah terjadi dan akan terus berlanjut ke depan. Mereka teman, sahabat, dan sodara terbaik yang semesta atur untuk dipertemukan satu sama lain. Dari awal yang tidak saling mengenal, jadi saling mengenal. Menciptakan cerita baru bersama mereka. Mereka.. adalah orang-orang hebat.
Kita semua saling berpencar satu sama lain, melanjutkan apa yang seharusnya diperjuangkan. Semoga, dengan semua cerita yang udah dibawa satu sama lain, pertemanan ini akan terus berlanjut hingga nanti. Termakasih sudah hadir selama 3 tahun yang panjang dan penuh kejutan. Terimakasih sudah menjadi bagian dalam sejarah pertemanan yang cukup baik. Kelak, ketika satu sama lain sudah sukses, jangan pernah lupakan kebersamaan yang dulu pernah terjalin. Kalian adalah orang-orang terbaik yang gue temuin dibangku kuliah.
Pernah ngga sih lo ngerasa bangga sama apa yang udah atau lagi lo lakuin sekarang? Pernah ngga sih lo ngerasa semua yang udah lo lakuin udah bisa bikin lo bangga dan ngebuat lo pengen ngelakuin itu terus? Jawabannya udah pasti pernah dan akan tetap terus dilakuin. Misalnya, kita bakalan bangga kalau kita bisa dikenal sebanggai Dian si anak pintar, atau Dika si pinter nyanyi? Kita merasa bangga dan senang sama atribut itu dan terus ngelakuinnya untuk ngedapetin pengakuan dari sekitar dan jungga kesenangan pribadi tentunya.
Oke, mungkin contoh di atas terlalu naif untuk di kategorikan sebagai sesuatu yang bisa dibanggain, tapi percaya atau ngga, kita bakal ngerasa senang dan bangga kalau dianggap sebagai “seseorang” di dalam lingkungan kampus, kantor ataupun pertemanan. Contoh lainnya, ada juga yang saat ini ngerasa senang sama pekerjaan yang dilakuinnya. Misalnya sebagai seorang penyiar yang bisa menghibur dan dikenal orang, atau sebagai seorang pelukis yang ngebuat lukisan tanpa mikirin bakal menghasilkan duit atau ngga, atau menjadi seorang penggawai kantoran yang hidupnya lebih jelas dan terjamin. Itu semua kita lakuin karena kita senang, ingin bahagia atau ngelakuinnya karena kita ingin ngikutin passion yang ada.
Tapi, pernah ngga lo mikirin apa yang udah kita lakuin juga ngebuat orang tua kita bangga dan senang? Sampai sekarang, pertanyaan ini sendiri masih belum bisa gue jawab, karena gue sendiri juga masih belum yakin apa yang gue lakuin sekarang ngebuat orang tua gue bangga atau senang. Mungkin aja mereka sebenarnya khawatir sama yang gue lakuin sekarang dan mikirin akan jadi apa gue nantinya di masa yang akan datang? Gue yakin, sebenarnya pertanyaan ini pernah muncul di pikiran kita, atau mungkin terlewatkan karena kita sibuk pengen menjadi sesuatu. Kita selalu berusaha keras buat ngedapetin yang kita pengen dan tujuan awalnya tentu aja supaya ngebuat orang tua kita jungga ngerasain hal yang sama.
Percaya atau ngga, orang tua selalu ngarepin yang terbaik dari anaknya, itu pasti. Tapi, gimana kita bisa tau apa yang mereka rasain, kalau kita ngga pernah berusaha nanya? Secara pribadi, gue sendiri juga belum berani buat nanya ke mereka apakah mereka bangga sama semua yang udah gue lakuin dan raih. Susah memang buat memulai pembicaraan ini, tapi suatu saat nanti gue akan berusaha untuk menanyakannya dan menerima apapun jawaban dari mereka. Hanya satu pertanyaan kecil tapi memiliki pengaruh besar buat hidup kita “Do we make our parents proud?”.
Selama ini gue terpaku sama teori bahwa disaat orang menolong kita, kita harus membalas budi orang yang menolong kita itu. Bentuk bales budi nya sih bisa macem-macem, mungkin dengan balik membantu atau cuma sekedar ngasih cokelat, eskrim, traktir makan atau apapun.
Tapi setelah nonton sebuah film, yang menurut gue inspiratif banget, gue jadi befikir ada yang bisa dimodifikasi dari teori yang gue sebut diatas tadi. Mungkin kamu bisa sepakat atau juga malah ga setuju sama pemikiran gue. Despite that, I just want to share it all with you.
Jadi ada film yang judulnya Pay It Forward yang bercerita tentang seorang anak berumur delapan tahun, bernama Trevor yang diberikan tugas oleh gurunya untuk memikirkan sebuah ide untuk mengubah dunia lalu ide itu harus diterapkan ke dalam sebuah tindakan.
Ide yang didapat oleh Trevor ini adalah dengan melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, tetapi orang yang dia akan tolong ini adalah orang-orang yang memang tidak mampu melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri. Lalu setelah dia menolong tiga orang tersebut, maka untuk membalas budi, mereka masing-masing tidak perlu menolongnya, tetapi justru meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kebaikan lagi kepada tiga orang lainnya, dan begitu seterusnya. Menurut Trevor, kalau ide ini benar-benar dilakukan, maka dia yakin kalau suatu saat nanti dunia akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Ide nya tersebut dia namakan Pay It Forward, sesuai dengan judul dari filmnya.
Nah, berdasarkan cerita film ini mungkin kalo kita merenung sedikit, terkadang kita merasa ragu untuk menolong orang lain karena mungkin kita menyangka kalau bantuan yang kita berikan ngga akan berpengaruh besar juga di hidup mereka, karena sebenernya kan manusia harus bertanggung jawab terhadap hidupnya masing-masing. Tetapi ada alasan kenapa kita diciptakan sebagai makhluk sosial, yang memang membutuhkan keberadaan sesama. Salah satu alasannya adalah supaya kita saling tolong menolong.
Balik lagi ke teori Pay It Forward. Hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan dan langkah yang paling awal adalah kesiapan dan kerelaan kita untuk mulai dari diri sendiri untuk peduli dan melakukan kebaikan ke orang-orang disekitar kita.
Mungkin kamu punya pertanyaan, trus apa sih bedanya pay it forward sama pay it back? Dalam pay it back, apabila kamu menolong seseorang dan pada saat orang tersebut membalas kebaikan kamu, siklusnya berhenti disitu saja. Tetapi kalau di “Pay it forward” siklusnya bisa tak terhingga, karena pada saat kamu menolong orang lain, orang tersebut akan meneruskan untuk melakukan kebaikan lain pada orang lain lagi, dan akan terus berlanjut.
Tapi bukan berarti kamu jadinya ngga boleh bales budi (pay it back) ke orang yang sudah menolong kamu lho. Gue ngga bilang kalo itu sesuatu yang salah juga, tapi gue berpendapat bahwa kalau kedua teori ini kita terapkan secara bersamaan akan lebih membantu untuk membangkitkan kembali rasa kemanusiaan yang mungkin sudah terasa sedikit pudar. Inti dari kedua teori ini kan sebenernya sama, yaitu melakukan kebaikan. Apalagi di zaman sekarang, kalau kita nonton berita di TV isinya kebanyakan tentang kejahatan dari ibu bunuh anaknya sendiri, atau bapak perkosa anaknya sendiri, sampe ada orang yang membunuh orang lain cuma gara-gara hal sepele. Serem ya.
Mungkin semuanya terdengar agak klise tapi tujuan gue melalui blog ini adalah pengen mengajak untuk lebih peduli dan peka lagi sama sekitar kita. Apalagi sama orang yang memang bener-bener membutuhkan bantuan kita, as simple as bantuin mama untuk melakukan kegiatan rumah. Ngga terpaku sesuai filmnya juga, kalau mau nolong orang harus ke tiga orang, nope. Kalau emang kita cuma mampu menolong satu orang juga ngga masalah kok, asal dilakukan dengan ikhlas.
But then again, to encourage you a bit more, coba deh kamu inget-inget kalo setelah kamu melakukan sesuatu kebaikan, apa yang kamu rasakan? Apakah yang kamu rasain adalah rasa tenang dan senang? Kalau iya, menyenangkan bukan bisa merasa seperti itu? So let’s spread the goodness and pass it on. Pay it forward to others around us.
Siapa sih yang ga suka bercanda? Dari mulai kita bayi sampe kakek nenek pasti suka bercanda. Sedikit banyolan abahkan sampe jayus. Tapi bercanda ga bisa dilakuin di setiap tempat, ada kondisi dimana lo harus serius dan kalau saat itu lo bercanda, artinya lo ngajak perang!
1. BERANTEM SAMA PACAR (YANG GA PUNYA PACAR ANGGAP AJA BERANTEM SAMA TEMEN)
Pacar udah sensi banget nih dari pagi, kesalahan kecil aja bisa dijadikan bahan buat ribut. Sampe hal-hal yang udah dari Ki Joko Bodo masih pinter juga di bahas.
Kalau lo tipe orang yang suka bercanda:
"Aku udah ga tau lagi yah mau ngomong apa sama kamu, susah banget sih pekanya!"
"Sayang kamu marah-marah mulu sih. Apa aku harus jadi test pack biar sensitif sama persaan kamu? Atau kamu beliin aku pewarna rambut deh buat tes kepekaan gimana?
"*injek..."
Niat lo emang buat nyairin suasana, tapi ujungnya lo bisa putus breeeee..
2. NGERJAIN SOAL ULANGAN
Jangankan buat bercanda, ngerjain soal ulangan adalah hal yang bisa bikin kita terlihat tua dalam beberapa jam. Rambut acak-acakan, mulut manyun, jidat berkerut mikir, raut muka udah ga kekontrol deh pokoknya.
Kalau lo tipe orang yang suka bercanda:
Soal : Siapakah yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih?
Jawab : Yah tukang jahit lah, masa gue hafalin namanya satu-satu, bego!
Dan kalau semua soal dijawab dengan pemikiran out of box lo, dijamin lo akan jadi penghuni tetap sekolah.
3. MAU NYEBRANG
Nyebrang itu ada aturannya. Harus di zebra cross dan nengok kanan-kiri sebelum nyebrang.
Kalau lo tipe orang yang suka bercanda:
"Saat lampu merah, ga seperti orang lain yang langsung nyebrang, lo membayangkan kalau lo lagi berada dalam suatu pertandingan adu cepat. Lampu merah diam di tempat, lampu kuning ambil ancang-anang, lampu hijau GO! Lari sampe sebrang, cepetan mana gue sama mobil hayoooooooo."
*Adegan ini hanya dilakukan oleh profesional. Jangan ditiru!
Super blo'on. Kemungkinan yang terjadi adalah lo ditabrak, di bawa ke kantor polisi, atau langsung di jeblosin ke rumah sakit jiwa.
4. KETEMU BANCI
JANGAN, jangan pernah bercanda kalau sama banci. Sebisa mungkin jaga omongan lo atau menghindar sejauh mungkin. Kenapa? Karena banci adalah makhluk yang paling sensitif dibandingkan semua mahkluk yang ada di muka bumi.
Kalau lo tipe orang yang suka bercanda:
"Ses, dadanya busung banget. Nyuntik dimana? Eyke juga mau dong booo..."
Jangan pernah heran kalau Jani berubah jadi Jono dan suara lemah gemualinya berubah jadi suara preman.
5. MENYATAKAN KEMATIAN SESEORANG
Pernah denger pernyataan kematian seseorang dari seorang dokter. Dokter pasti akan tegas dan bijaksana dalam menyampaikan berita duka tersebut. Tapi kalau dokternya tipe orang yang suka bercanda:
"Anak ibu selamat, hanya saja mungkin akan mengalami koma selama 2 tahun"
"Ya Tuhan, Dok. Apa harus sampai begitu??"
"Ya ngga lah Bu saya bercanda. Anak ibu tidak tertolong, maaf"
Gue pribadi ga akan mau ke rumah sakit!!
Dan masih banyak lagi tempat-tempat atau momen dimana lo harus serius dan membuang jauh-jauh dulu pikiran-pikiran konyol itu. Daripada ujung-ujungnya lo sendiri yang repot.
Nyamuk, lalat, apaan aja deh segala macam jenis serangga yang ngeganggu sebenernya istilah buat seseorang yang ada dalam kondisi dimana lo jadi orang yang sendirian di antara orang-orang yang lagi pacaran, khususnya temen lo sendiri.
But gaeeeess, jangan berkecil hati dulu dalem kondisi lo yang nyesek itu. Jangan sampe keliatan mati gaya walaupun lo di cengin sejadi-jadinya.
Well, here's the tips! Suka ga suka yah baca aja :p
1. MAININ GADGET
Cara yang paling umum biar lo ga mati gaya diantara temen-temen lo yang lagi pada pacaran adalah main gadget. Lo bisa sibuk sendiri dengan gadget lo, terserah apa aja, hp, laptop, gameboy (((GAMEBOY??))), Walkie Talkie kek kalo perlu biar heboh hahahaha. Pokoknya apa aja! Tapi kebanyakan anak muda sekarang pasti sibuk sama hp nya, selain lo bisa buka situs cari jodoh, atau mungkin lo bisa sekedar update status "Tak kenal maka tak sayang, belom kenal aja gue udah sayang!". Seenggaknya ngehibur diri sendiri lah mblo :p
2. AJAK NONTON FILM
Saat lo berada diantara temen-temen lo yang sibuk sama pacarnya dan mungkin kalian lagi berada di kosan atau rumah ajakin aja nonton film. BUT! Cari film comedy atau action yah gaeeess, kalo kalian ga mau nanti ngeliat adegan-adegan romantis di film drama dan bikin lo tambah nyesek denger temen lo ngegombal ke pasangannya atau liat mereka ndusel sambil pelukan karena takut nonton film horor.
3. HEBOH SENDIRI
YAP! Biasanya "Si Nyamuk" bakalan heboh sendiri yang akhirnya memperseru suasana. Lo bisa aja ajak temen-temen lo buat ngebahas hal-hal lucu atau ngegokil bareng-bareng. Selain lo ga bete karena ga ada pacar, kalian juga bisa tambah akrab kan. Yah, walaupun nanti ujung-ujungnya dicengin juga sih, huhu..
4. MAIN MUSIK
Biasanya sih gitar, alat musik yang paling umum kalo lagi ngumpul bareng kroco-kroco (((yaelaaah kroco))). Nyanyi bareng-bareng pasti bakal bikin suasana jadi seru. Asal lo ga kebawa suasana jadi lagu-lagu galau yaah muk. "Sedang apaaaaaa, dan dimanaaaaaaaa, dirimu yang dulu ku cintaaaaaa..." pacarnya manaaaaaaaaaaa......
5. PURA-PURA TIDUR
Nah! Ini niiih, iniiii... Kalo udah ga kuat lagi ngedengir cengan atau ngeliat temen-temen lo mesra-mesraan sama pacarnya, pura-pura tidur aja udah. Jadi lo ga akan ditanyain, atau dicengin. "Sorry gaes, tidur bentar ngantuk banget." Paling juga nanti di bangunin kalo udah pada mau balik.
6. TELPON JOMBLOERS LAINNYA
Kalo ternyata temen-temen lo yang pada pacaran malah bener-bener tega membiarkan lo menjadi "Nyamuk", telpon jombloers lainnya. Ajak gabung bareng di tempat lo. But don't forget nada bicara itu penting gaes. Kasih iming-iming, "Kesinilah sob, seru banget nih kita lagi bakar-bakar" (((hati gue lagi terbakar))). "Dateng yee seru banget nih anak-anak lagi rame!!". Biar ga keliatan miris-miris amat gitu...
7. CABUT
Yaudalah yaa, kalo sampe sebegitu ga berperasaannya temen-temen lo setelah lo ngelakuin semua hal caper di atas. Pulang aja lah pulang, pulang ke rahmatullah hahahaha.
Cabut aja lah, pura-pura lo ada janji kek, atau apaan aja yang bikin lo melarikan diri dari suasana cinta itu. Atau pulang aja kerumah biar bisa nangis di pojokan kamar atau meratapi nasib di pojokan kamar mandi sambil nyalain keran air :p
Intinya ga akan lo ngerasa bete atau mati gaya kalo dari diri lo sendiri juga bisa ngebawa suasana. Pacar bukan segalanya kok ;) ting
Cewek biasanya kalo ngeliat cowok yang ganteng itu pasti langsung menata diri. Walaupun si cowok ngeliat aja ngga. Belom lagi kalo cowok itu cooooolll, macho, gayanya keren, badannya bikin gemes-gemes gimana gitu. Sekseeeehh. Jadi ada beberapa pendapat cowok itu keliatan seksi kalau.......
... BADANNYA KOTAK-KOTAK Ummh, kebayang ga cowok itu badannya kotak-kotak. Jadi kalo jalan dari jauh bentuknya kek kubus tau ga lo. Dan kalo kebetulan dia lagi kena hepatitis dan punya bopeng bekas jerawat, gue yakin semua orang bakal nyapa dia "Hai SPONGEBOB!!!"
... POSE
Cowok itu beda-beda, tiap cowok punya angle tersendiri biar keliatan ganteng. Bisa dari depan, dari samping, dari depan agak kesamping, dari atas, dari bawah ((("dari bawah"))) dari jarak 10km, dari atas monas, atau di antara kerumunan banyak orang.
... CARA BERPAKAIAN
Nah, ini yang biasanya menentukan cowok macho atau ngga. Kalo badannya keren, make kaos oblong polos aja udah bikin merinding. Tapi kalo lo kurus, yaah mungkin bisa pake kaos u can see atau ga berlengan jadi bulu ketek kemana-mana, pentil keliatan, dan jeplakan rusuk lo bisa keliatan, kurang seksi apa lagi :s
... OLAHRAGA Olahraga yang cowok banget itu biasanya sepak bola, futsal, baskat. Nah, kalo ngeliat cowok yang udah macho banget, mainnya jago, keringetan pula. Rasanya rela jadi handuknya biar bisa gelayutan terus, uhuuuyy. Selain itu, beberapa cowok juga suka olahraga lain, kayak panjat pinang. Lagi dekil banget kan belumpur, keringetan, belom bau kaki gara-gara mukanya diinjek-injek. Selain itu juga lari estafet, walaupun mungkin mukanya yah kurang mendukung, paling engga kakinya seksi :p
... KUMIS DAN BREWOK Beberapa cewek berpikir kalo cowok berbulu itu seksi. Mungkin waktu kecilnya mereka kenalannya sama monyet, pffttt. Cowok berkumis itu kalo pas lagi nyium geli-geli gimana gitu, jadi mungkin si cewek jadi gimana-gimana sendiri kali yah makanya beranggapan kalo cowok itu seksi. Coba perhatikan baik-baik Pak Ogah, kumisnya langka banget. So, kurang seksi apalagi?
... RAMBUT ACAK-ACAKAN Duuuh, kalo ngeliat cowok yang casual banget udah gitu ganteng rasanya pengen bilang, "Sini aku aja yang beresin rambutnya :3". Well, itu berlaku kalo cowok itu ganteng. Atau sekedar ada tampang lah yah. Tapi kalo nyadar diri jelek, yaaah mending lo nyari orang gila yang lebih acak-acakan biar keliatan keren dikit :p
Intinya sih cowok itu bisa keliatan seksi yah apa adanya aja lah ya. Ga usah di buat-buat gitu malah geli.
Lagi pengen teriak bareng-bareng, tapi semuanya lagi masang harga mahal untuk waktunya. Engga nyalahin mereka, engga juga nyalahin keadaan. Emang semuanya lagi sibuk untuk hal-hal yang lagi mereka prioritaskan.
KANGEN. Gue ngga selalu punya keberanian untuk ngaku kangen. Ngga selalu punya kepercayaan diri untuk minta sesuatu seberharga waktu. Bukan satu dua tiga empat lima orang, semuanya.. yang ngeselin, yang nyebelin, yang sok ganteng, yang kepoan, yang berisik, yang cantik, yang baik, yang banyak gebetan, yang ga bisa move on, yang suka pamer, yang kaya monyet, yang kaya bebek, sampe yang kaya gukguk, kangen semuanyaaaa..
Bukan kangen orang sebenarnya, karena sebagian dari mereka selalu nongol di personal chat ataupun grup. Kangen kehadiran mereka di dekat gue. Kangen waktu berlalu dengan kehadiran mereka di samping, di depan, di belakang, di sekitar gue. Kangen waktu dimana bukan habis karena sibuk dengan urusan dan pikiran masing-masing, tapi karena satu sama lain saling nikmatin.
Gue nulis ini karena sebenarnya lagi pengen banget bisa ngabisin waktu untuk ngumpul rame-rame, teriak-teriak, nyanyi-nyanyi atau ketawa sampe sakit perut. Engga deh, itu bohong. Alesan alesan sampingan doang. Sebenarnya gue lagi pengen banget dipeluk. BANGET.
Lagi pengen dipeluk lama, sambil dielus rambut atau dipukpuk punggungnya juga boleh. Ngeselinnya pernah ngaku pengen dipeluk ke sahabat cowok malah disangka lagi galau. Gue heran, siapa dan apa yang harus gue galauin. Lagi fine fine aja sama status yang sekarang ini. Nikmatin banget.
Pengen dipeluk, dipeluk erat sampe tidur. Dipeluk dan dibilang manja, dipeluk dan dibilang nyusahin, dipeluk dan dibilang aneh. Ngga apa-apa bilang apapun, ngatain apapun asal sambil dipeluk.. yang lama.
Sayang waktu mereka lagi mahal. Mungkin juga gue lagi masang harga mahal untuk waktu gue ke beberapa orang tanpa sadar. Gue inget caption salah satu foto teman gue di instagramnya "karena waktu akan mahal pada waktunya"..