Minggu, 09 Maret 2014

Fall Seven Times, Stand Up Eight.

Diposting oleh Dian di 21.24 0 komentar
The only thing that stands between a person and what they want in life is the WILL to try it and the FAITH to believe its possible. 

I believe that we are who we choose to be. No body is going to come and save you. You've got to save yourself. Nobody is going to give you anything, you've got to go out and fight for it. Nobody knows what you want except you, and nobody will be as sorry as you if you don't get it. So don't give up on your dreams.

If you want something bad enough, go after it. Don't give up, the beginning is always the hardest. The past is where i learned the lesson. The future is where i apply the lesson. I won't give up in the middle!

Stay calm, i am going to do fine this semester. Everything is alright.

Sabtu, 08 Maret 2014

First Week

Diposting oleh Dian di 23.59 0 komentar
Minggu hectic. Minggu pertama perkuliahan semester 8. Hari selasa dan hari rabu bertugas menggantikan seorang asisten senior jaga counter reservasi Sport Center di kampus sampai malam. Hari jumat kemarin pergi ke perpustakaan cari inspirasi judul yang bagus untuk proposal skripsi. Saya ingin membuat proposal skripsi dengan tema audit, tapi banyak yang ngusulin supaya saya ngambil tema sistem informasi akuntansi, meneruskan penulisan ilmiah yang telah saya buat di semester 6 tentang sistem akuntansi. Sampai saat ini masih belum memutuskan dengan pasti tema apa yang akan saya ambil.

Akhirnya kembali lagi bertemu dengan para penghuni kelas 4EB14. Di hari senin dikarenakan mata kuliah yang sedikit saya tidak banyak menghabiskan waktu dengan mereka. Dan di hari selasa karena harus segera pergi ke Sport Center saya juga tidak banyak menghabiskan waktu di kelas. Namun beda di hari kamis, hari kamis akhirnya saya bisa kembali bermain dengan mereka seperti biasa. Menghabiskan banyak waktu dengan mereka, makan bersama, bermain, ngobrol, bercanda, dll. Saya ingin menikmati setiap kebersamaan yang saya miliki dengan mereka, membuat banyak kenangan dengan mereka di penghujung kebersamaan kami. Ini adalah semester terakhir kami semua bisa bersama. Di semester-semester sebelumnya saya lebih sering menghabiskan waktu di luar kelas dan dengan sahabat-sahabat saya, namun di semester 8 ini saya ingin bisa lebih banyak meluangkan waktu bersama mereka, teman-teman sekelas saya, teman-teman 4EB14.

Saya jadi teringat, ketika tingkat 1 saya juga berkelas di EB14. Saat harus berpisah dengan para penghuni lainnya, karena di tingkat 2 kelas harus kembali di random, kelas saya 1EB14 membuat acara perpisahan di sebuah rumah makan sunda, Saung Telaga. Malamnya saya membuat sebuah postingan di blog yang lama.

TERIMAKASIH untuk kebersamaan yang telah terlewati bersama, 1EB14.
TERIMAKASIH atas canda tawa hari ini, kemarin, kemarin, kemarin, kemarin, kemarin, kemarin, kemarin, kemarin.......
TERIMAKASIH untuk hubungan pertemanan yang telah terjalin.
TERIMAKASIH untuk takdir-Nya bagi kami, memperjodohkan kami di kelas 1EB14.

Ada satu pepatah "yang pertama berkesan, yang terakhir berarti" 1EB14 adalah kelas pertamaku :)

Berawal dari pertanyaan "namanya siapa?" di tanggal 21 September 2010 dan berakhir dengan pesan "jangan lupain gue yah" di tanggal 05 July 2011.

Tidak menyangka akan kembali mendapatkan kelas dengan angka 14 dibelakangnya. Minggu pertama telah terlewati, akan ada minggu minggu perkuliahan selanjutnya dengan tantangan, tugas, cerita, dan pelajaran yang berbeda-beda. Semoga di bulan Juli tahun 2014, saya bisa menuliskan kembali hal yang serupa. Ucapan terimakasih tentang mereka.. 4EB14 ☺ Semangat!

Senin, 03 Maret 2014

Lulus Tepat Waktu - Lulus dengan Waktu yang Tepat

Diposting oleh Dian di 23.51 0 komentar
Lulus tepat waktu adalah lulus sesuai prosedur kampus, yaitu 4 tahun. Lulus dengan waktu yang tepat adalah lulus sesuai dengan prosedur Tuhan. Ada yang kurang dari 4 tahun sudah lulus ada yang lebih dari 4 tahun baru lulus. Lalu, apa yang lebih dari 4 tahun itu masih dibilang tepat atau sesuai dengan prosedur Tuhan?

Saya ingin menjawab dengan kata, iya. Kelihatannya mungkin salah, karena seharusnya para mahasiswa yang mengambil gelar S1 sudah diperhitungkan untuk lulus pada tahun ke-4 atau di semester 8. Tapi bukan berarti mereka yang lulus tidak sesuai dengan hitungan tahun yang seharusnya itu salah. Kalau mereka yang dapat menyelesaikan lebih awal sudah dapat dipastikan mereka yang rajin. Bukan, bukan yang pintar. Kalau pintar tapi malas itu sama saja. Menurut saya kunci dari mereka-mereka yang bisa lulus dalam waktu 3,5 tahun atau bahkan kurang dari itu adalah mereka-mereka yang memiliki kemauan yang keras, keinginan yang besar, rajin, mempunyai mimpi yang menurut mereka harus segera mereka kejar, yang mempunyai target, yang ingin selalu bisa lebih dari yang seharusnya, yang memiliki semangat yang tinggi.

Terus, mereka yang lulus lebih dari 4 tahun itu apa itu karena mereka tidak mempunyai itu semua? menurut saya tidak. Belum tentu. Ada alasan. Pasti ada alasannya. Entah itu keadaan yang tidak mendukung, kesalahan yang hadir untuk memberi sebuah pelajaran, sebuah pilihan, sebuah keputusan, dan juga kemalasan. Tentu saja kemalasan menjadi alasan. Alasan yang buruk. Keadaan yang tidak mendukung bisa saja keadaan ekonomi yang sedang tidak memadai untuk bisa melanjutkan kuliah dan terpaksa memutuskan untuk cuti dan bekerja terlebih dahulu. Atau sebuah pilihan, kesempatan untuk meraih mimpi atau selangkah menuju mimpi mereka sedang datang menghampiri, mungkin mereka akan memilih untuk mengejar mimpi mereka terlebih dahulu, keinginan mereka, passion mereka, namun tidak meninggalkan pendidikan mereka begitu saja, memilih cuti dan meneruskannya nanti membuat mereka harus rela untuk tidak lulus tepat waktu. Dan sebuah keputusan, setiap hari dalam hidup kita sadar atau tidak sadar sebenarnya kita dituntut untuk membuat keputusan, keputusan apakah kita akan menjalani hari kita dengan semangat atau apakah kita akan menjalaninya dengan keluhan yang sama. Keputusan sama halnya dengan pilihan, mereka memutuskan untuk lebih dulu mengutamakan hal lain dan menomor duakan pendidikan dibangku kuliah yang sedang mereka tempuh. Seperti contohnya teman sekelas saya dia memutuskan untuk cuti agar bisa fokus menjalankan bisnis yang sedang dia bangun. Apa itu salah? setiap orang punya pemikiran dan pendapatnya masing-masing. Kalau menurut saya sendiri tidak ada yang salah dengan hal tersebut, dia membuat keputusan bukan untuk hal yang buruk. Pada akhirnya dia menjalankan bisnis dia dengan baik dan kembali berkuliah di semeseter berikutnya. Dia memang tertinggal 1 semester dengan teman kelas yang lain, tapi dia telah lebih dulu mendapat pelajaran di dunia praktek yang beberapa dari anak-anak kelas belum dapatkan. Setiap orang memiliki jalan kehidupan yang berbeda-beda, setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk pergi ke tempat tujuannya.

Dan ada juga beberapa yang tidak lulus tepat waktu dikarenakan kesalahan yang telah mereka buat untuk diri mereka sendiri. Tentu saja banyak kesalahan yang bisa manusia lakukan ke dirinya. Kesalahan yang merugikan banyak orang dan yang paling dirugikan adalah dirinya. Lalu bagaimana dengan orang-orang tersebut? Apa mereka tetap bisa dibilang lulus dengan waktu yang tepat padahal sebenarnya mereka bisa lulus tepat waktu apabila mereka tidak membuat kesalahan bodoh itu?

Seorang teman pernah berkata kepada saya "Tuhan itu punya langkah yang kita ga tau Yan, bisa aja pas kita gagal itu malah buat kita ke jalan lain yang benar-benar kita butuhin.". Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan (hal-hal buruk) kepada kita, tidak, sama sekali tidak. Itu yang saya tahu semenjak saya kecil, itu yang diberitahu oleh Ayah dan Ibu saya dan oleh guru agama saya. Mereka bilang tidak ada satu helai rambut pun yang jatuh dari kepala saya tanpa seijin Tuhan. Semuanya yang terjadi dalam kehidupan kita itu telah Ia rancang, apabila kita mulai keluar dari jalan yang Ia kehendaki, Ia tidak akan tinggal diam, Tuhan pasti akan melakukan segala cara agar kita kembali ke jalan kehidupan yang telah Ia siapkan untuk kita. Sama seperti kita manusia, kita tidak akan membiarkan orang yang kita kasihi pergi. Tuhan menyayangi umat-Nya, itu bukan sebuah rahasia. Kita lahir karena sebuah tujuan. Kesalahan hanya akan tetap menjadi kesalahan apabila yang kita lakukan hanya menangisi kesalahan itu, mengasihi diri kita, menyesali dampak yang terjadi dari kesalahan itu, jatuh oleh kesalahan itu dan tidak berniat untuk kembali berdiri.

Kesalahan menjadi sebuah jalan lain apabila kita bisa mencari pelajaran dari kesalahan itu, apabila kita bisa menemukan keberanian untuk memperbaiki dampak dari kesalahan itu, apabila kita bisa mengakui kesalahan yang telah kita lakukan kepada Tuhan, meminta ampunan-Nya. Apakah kesalahan jadi sia-sia setelah itu semua? tidak ada yang sia-sia. Kesalahan tetaplah kesalahan, kesalahan tentu adalah hal yang buruk, kesalahan tentu merugikan. Namun dari kesalahan kita akhirnya tau apa yang benar.

Lulus tepat waktu ataupun lulus dengan waktu yang tepat menurut saya keduanya yang terbaik, bagi kita semua yang mempercayakan Tuhan sebagai perancang kehidupan kita.

Minggu, 02 Maret 2014

Beautiful People

Diposting oleh Dian di 23.34 0 komentar
The most beautiful people we have known are those who have known defeat, known suferring, known struggle, known loss, and have found their way out of the depths. These person have an appreciation, a sensitivity, and an understanding of life that fills them with compassion, gentleness, and a deep loving concern. Beautiful people do not just that happen. -Elizabeth Kubler Ros

Creating a New Page

Diposting oleh Dian di 00.07 0 komentar
1 Maret 2014. Saya memutuskan untuk membuat blog baru, sebenarnya saya ingin membuatnya dari awal tahun. Namun dikarenakan beberapa kesibukan akhirnya baru bisa membuatnya malam ini, di tanggal satu ini, sebagai simbol permulaan.

Memilih untuk meninggalkan blog yang lama. Bukan, bukan meninggalkanya. Lebih tepatnya adalah memilih untuk menyimpannya. Menghentikannya. Menghentikan cerita-cerita lalu dan memulai untuk membuat cerita yang baru. Tidak membawanya ke dalam perjalan yang baru. Menutupnya menjadi sebuah buku yang sudah waktunya untuk disimpan. Ya, disimpan.

Kenapa saya suka menulis, karena menurut saya dengan menulis saya bisa membuat sejarah untuk diri saya. Sejarah yang nantinya ingin saya ceritakan kepada anak-anak saya atau kalau saya lebih beruntung lagi, juga kepada cucu-cucu saya. Bukti perjalanan saya. Hal-hal yang terjadi dalam hari-hari saya, perasaan-perasaan yang pernah saya rasakan, pikiran-pikiran yang pernah ada dalam kepala saya, orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan saya, pelajaran-pelajaran yang telah saya dapat, kesalahan-kesalahan yang telah saya lakukan, rahasia-rahasia yang ada dalam diri saya, momen-momen tertentu yang terjadi dalam hidup saya yang ingin saya abadikan ataupun yang ingin saya hapus selamanya. Saya ingin menceritakan itu semua, menuliskannya, merangkainya menjadi sebuah kalimat, lalu menjadi paragraf, lalu sebuah bab, dan akhirnya menjadi sebuah buku. Buku yang akan saya ambil dari rak pada satu hari ketika ingin mengingat kembali siapa, bagaimana, dan apa yang membuat saya bisa mencapai kehidupan saya saat itu. Cerita apa saja yang telah saya buat dikehidupan saya. Jalan-jalan kehidupan mana saja yang telah saya lewati.

Saya memutuskan untuk membuat buku perjalanan yang baru. Buku yang halaman pertamanya masih kosong. Kosong.. tanpa ada kalimat pembuka yang berhubungan dengan buku yang lama. Sudah waktunya menutup buku yang lama. Menyimpannya ke dalam rak. Dan memulai untuk membuat satu lagi judul buku yang baru.

Perjalanan macam apa, nama-nama siapa saja, perasaan-perasaan seperti apa, kejadian-kejadian yang bagimana yang akan saya tuliskan semuanya masih menjadi misteri. Yang saya perlu lakukan untuk mengungkap misteri itu adalah, mengisi halaman demi halamannya..

 

Dian Mahardika Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea