Lulus tepat waktu adalah lulus sesuai prosedur kampus, yaitu 4 tahun. Lulus dengan waktu yang tepat adalah lulus sesuai dengan prosedur Tuhan. Ada yang kurang dari 4 tahun sudah lulus ada yang lebih dari 4 tahun baru lulus. Lalu, apa yang lebih dari 4 tahun itu masih dibilang tepat atau sesuai dengan prosedur Tuhan?
Saya ingin menjawab dengan kata, iya. Kelihatannya mungkin salah, karena seharusnya para mahasiswa yang mengambil gelar S1 sudah diperhitungkan untuk lulus pada tahun ke-4 atau di semester 8. Tapi bukan berarti mereka yang lulus tidak sesuai dengan hitungan tahun yang seharusnya itu salah. Kalau mereka yang dapat menyelesaikan lebih awal sudah dapat dipastikan mereka yang rajin. Bukan, bukan yang pintar. Kalau pintar tapi malas itu sama saja. Menurut saya kunci dari mereka-mereka yang bisa lulus dalam waktu 3,5 tahun atau bahkan kurang dari itu adalah mereka-mereka yang memiliki kemauan yang keras, keinginan yang besar, rajin, mempunyai mimpi yang menurut mereka harus segera mereka kejar, yang mempunyai target, yang ingin selalu bisa lebih dari yang seharusnya, yang memiliki semangat yang tinggi.
Terus, mereka yang lulus lebih dari 4 tahun itu apa itu karena mereka tidak mempunyai itu semua? menurut saya tidak. Belum tentu. Ada alasan. Pasti ada alasannya. Entah itu keadaan yang tidak mendukung, kesalahan yang hadir untuk memberi sebuah pelajaran, sebuah pilihan, sebuah keputusan, dan juga kemalasan. Tentu saja kemalasan menjadi alasan. Alasan yang buruk. Keadaan yang tidak mendukung bisa saja keadaan ekonomi yang sedang tidak memadai untuk bisa melanjutkan kuliah dan terpaksa memutuskan untuk cuti dan bekerja terlebih dahulu. Atau sebuah pilihan, kesempatan untuk meraih mimpi atau selangkah menuju mimpi mereka sedang datang menghampiri, mungkin mereka akan memilih untuk mengejar mimpi mereka terlebih dahulu, keinginan mereka, passion mereka, namun tidak meninggalkan pendidikan mereka begitu saja, memilih cuti dan meneruskannya nanti membuat mereka harus rela untuk tidak lulus tepat waktu. Dan sebuah keputusan, setiap hari dalam hidup kita sadar atau tidak sadar sebenarnya kita dituntut untuk membuat keputusan, keputusan apakah kita akan menjalani hari kita dengan semangat atau apakah kita akan menjalaninya dengan keluhan yang sama. Keputusan sama halnya dengan pilihan, mereka memutuskan untuk lebih dulu mengutamakan hal lain dan menomor duakan pendidikan dibangku kuliah yang sedang mereka tempuh. Seperti contohnya teman sekelas saya dia memutuskan untuk cuti agar bisa fokus menjalankan bisnis yang sedang dia bangun. Apa itu salah? setiap orang punya pemikiran dan pendapatnya masing-masing. Kalau menurut saya sendiri tidak ada yang salah dengan hal tersebut, dia membuat keputusan bukan untuk hal yang buruk. Pada akhirnya dia menjalankan bisnis dia dengan baik dan kembali berkuliah di semeseter berikutnya. Dia memang tertinggal 1 semester dengan teman kelas yang lain, tapi dia telah lebih dulu mendapat pelajaran di dunia praktek yang beberapa dari anak-anak kelas belum dapatkan. Setiap orang memiliki jalan kehidupan yang berbeda-beda, setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk pergi ke tempat tujuannya.
Dan ada juga beberapa yang tidak lulus tepat waktu dikarenakan kesalahan yang telah mereka buat untuk diri mereka sendiri. Tentu saja banyak kesalahan yang bisa manusia lakukan ke dirinya. Kesalahan yang merugikan banyak orang dan yang paling dirugikan adalah dirinya. Lalu bagaimana dengan orang-orang tersebut? Apa mereka tetap bisa dibilang lulus dengan waktu yang tepat padahal sebenarnya mereka bisa lulus tepat waktu apabila mereka tidak membuat kesalahan bodoh itu?
Seorang teman pernah berkata kepada saya "Tuhan itu punya langkah yang kita ga tau Yan, bisa aja pas kita gagal itu malah buat kita ke jalan lain yang benar-benar kita butuhin.". Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan (hal-hal buruk) kepada kita, tidak, sama sekali tidak. Itu yang saya tahu semenjak saya kecil, itu yang diberitahu oleh Ayah dan Ibu saya dan oleh guru agama saya. Mereka bilang tidak ada satu helai rambut pun yang jatuh dari kepala saya tanpa seijin Tuhan. Semuanya yang terjadi dalam kehidupan kita itu telah Ia rancang, apabila kita mulai keluar dari jalan yang Ia kehendaki, Ia tidak akan tinggal diam, Tuhan pasti akan melakukan segala cara agar kita kembali ke jalan kehidupan yang telah Ia siapkan untuk kita. Sama seperti kita manusia, kita tidak akan membiarkan orang yang kita kasihi pergi. Tuhan menyayangi umat-Nya, itu bukan sebuah rahasia. Kita lahir karena sebuah tujuan. Kesalahan hanya akan tetap menjadi kesalahan apabila yang kita lakukan hanya menangisi kesalahan itu, mengasihi diri kita, menyesali dampak yang terjadi dari kesalahan itu, jatuh oleh kesalahan itu dan tidak berniat untuk kembali berdiri.
Kesalahan menjadi sebuah jalan lain apabila kita bisa mencari pelajaran dari kesalahan itu, apabila kita bisa menemukan keberanian untuk memperbaiki dampak dari kesalahan itu, apabila kita bisa mengakui kesalahan yang telah kita lakukan kepada Tuhan, meminta ampunan-Nya. Apakah kesalahan jadi sia-sia setelah itu semua? tidak ada yang sia-sia. Kesalahan tetaplah kesalahan, kesalahan tentu adalah hal yang buruk, kesalahan tentu merugikan. Namun dari kesalahan kita akhirnya tau apa yang benar.
Lulus tepat waktu ataupun lulus dengan waktu yang tepat menurut saya keduanya yang terbaik, bagi kita semua yang mempercayakan Tuhan sebagai perancang kehidupan kita.