Kamis, 30 April 2015

To The Prettiest Woman In The Whole Wide World

Diposting oleh Dian di 16.44 0 komentar
Dear Mom,

I may always say bad things behind your back
I do things that are definitely out of your will
I go to places without your permission
And I've said many things that might have hurt you a lot
But believe me Mom
I could never ask for any other mother than you
You're definitely the best I ever have
And I really love you so much
Even though I'm not so great in expressing it

Love,
Me







Kamis, 16 April 2015

Hadiah Terindah

Diposting oleh Dian di 17.19 0 komentar
Hadiah apa yang paling indah yang pernah kita dapat? Benda-benda yang harganya mahal, sebuket bunga mawar dihias pita dengan kartu ucapan, kue ulang tahun yang besar, atau kado yang lainnya?

Pernah dengar cerita ini:

Ada seorang ayah yang menyiapkan sebuah kado untuk anaknya. Lalu tepat di hari ulang tahun, sang anak membuka sebuah bungkusan besar diikat dengan pita cantik. Setelah kertas kado dibuka, sang anak melihat sebuah kotak.

Ngga sabar sang anak mengkocok kotak tersebut dan menempelkan telinganya. Penasaran ingin tahu kira-kira apa isi kado dari ayah nya. Namun, tak terdengar apapun “Bukalah nak” kata si ayah.

Sang anak membuka kotak itu, dan dengan perasaan kecewa dia menemukan kotak itu kosong. Ngga ada benda atau kartu apapun disana. Dengan perasaan ingin marah karena seperti dipermainkan sang anak bertanya ”Apa maksud ayah memberikan kotak kosong?”

Lalu dengan menahan air mata ayah berkata kepada anak nya “Anakku, aku memasukkan beribu-ribu cintaku ke dalam kotak besar itu untuk mu”

Dengan perasaan malu dan terharu sang anak memeluk ayah nya dan berkata ”Maafkan aku ayah, hadiahmu sangat indah dan berharga, aku sangat menyayangimu ayah.”

***

Ngga jarang kita mandang pemberian berupa benda-benda adalah hal yang berharga. Kita mengharapkan sebuah pemberian yang besar, berharga menurut ukuran kita dan nyata. 

Ternyata ada sesuatu yang jauh lebih berharga dan indah daripada benda-benda tersebut,

Hati

Hati dengan kasih yang tak terhitung jumlahnya yang kita terima dari orang-orang di sekitar kita.

Sabtu, 11 April 2015

Basian Semalam

Diposting oleh Dian di 09.45 0 komentar
Gue pernah ngelewatin sebuah jalan dengan naik taksi. Dan semalam gue ngelewatin jalan yang sama tapi jalan kaki. Aneh.. gue baru tau kalo gue udah pernah ngelewatin gedung-gedung itu semua sebelumnya. Ternyata disepanjang jalan banyak hotel, banyak tempat makan. Banyak lampu-lampu yang bagus, banyak para pekerja yang lagi duduk santai sama teman-temannya ngobrol nikmatin sore yang baru aja berubah jadi gelap. Bahkan semalam gue baru tau kalau tempat kerja gue dengan salah salah satu teman waktu kuliah dulu bisa ditempuh ga lebih dari 10 menit jalan kaki. Padahal waktu naik taksi gue bilang ke dia kalau gedung kantor gue dan kantor dia jauh, ternyata pas gue nyoba jalan kaki ga sejauh itu. Gue pernah baca cerita tentang seorang pengambil air sumur, dimana selama ini dia selalu jalan cepat-cepat ngambil air dari sumur ke rumahnya. Dan satu hari ada seseorang yang datang ke dia dan nyuruh dia untuk jalan perlahan sewaktu mengambil air. Dan waktu dia praktekin dia baru tau kalau ada bunga-bunga indah di jalan yang selalu dia lewatin tiap hari. Gue lupa detail ceritanya, kurang lebih intinya gitu. Dan semalam akhirnya gue ngerti gimana rasanya jadi bapak pengambil air yang dicerita itu. Sepanjang jalan gue ga berenti nengok kanan kiri, ngeliatin setiap gedung, nikmatin suasana pinggir jalan itu.. tukang ojek, kumpulan bapak dan anak muda kantoran yang lagi duduk-dukuk sambil ketawa santai dengan rokok di tangan mereka disalah satu tenda tempat makan, tukang parkir yang lagi ngasih arahan ke salah satu mobil yang lagi mau keluar dari salah satu gedung, penjual kacang rebus, 3 cewek kantoran yang lagi diskusi mereka mau beli makan malam apa dengan dompet ditangan dan name tag yang digantung dileher, lampu-lampu yang ngehiasin depan gedung-gedung, nama-nama hotel yang gue coba hapalin satu-satu, bentuk gedung-gedungnya, mobil dan motor yang lalu lalang. Banyak.. banyak yang gue liat. Beda waktu gue naik taksi, gue cuma bisa liat motor dan mobil yang ada disamping kanan kiri taksi. Salah satu tokoh anak muda inspiratif favorite gue, Alanda Kariza pernah nulis "Ada lebih banyak yang bisa kita terima ketika kita berani untuk menjadi sederhana." Dan gue tau itu bukan cuma kalimat bijak semenjak semalam.. Iya banyak.. menjadi sederhana itu menyenangkan.

Gue sehari-hari naik kereta sebagai alat transportasi pulang pergi ke kantor, kuliah, dan kemanapun. Gue lebih suka jalur kereta selain karena cepat, di kereta pake AC dan ga perlu takut copet karena ada gerbong cewek, ya meskipun kemarin gue baru aja denger dari ibu-ibu yang lagi ngobrol dibelakang gue pas berangkat ngantor kalau ada cewek yang tasnya dibolongin rabu malam waktu jam kereta lagi padat-padatnya di gerbong cewek. Sebenarnya kejahatan emang bisa terjadi dimana aja, tapi setidaknya dengan kereta dan milih digerbong cewek bisa meminimalkan kemungkinan itu. Orang-orang yang biasa naik dan turun di stasiun depok baru pasti tau atau pernah liat badut Marsa di jalan pintu keluar belakang stasiun. Sekitar jam 22.30 badut itu ternyata masih ada, sambil nunggu kereta ke bogor gue duduk dan merhatiin badut itu. Meksipun udah jam segitu badut itu masih tetap dan bisa joget, goyangin kakinya atas bawah setelah itu goyangin badannya ke kanan ke kiri, kalau ada orang lewat dia juga bakal ngangkat tangannya dan ngegoyang-goyangin ke kanan ke kiri. Gue ga tau yang di dalam kostum badut itu kerja shift-shiftan atau gimana, sampai dia masih bisa ngelakuin hal itu di jam selarut itu. Yang gue tau, badut itu sore juga udah ada karena gue pernah liat juga sore. Disamping dia ada speaker ukuran sedang yang ngelantunin lagu Happy-nya Pharrell Williams. Ditengah-tengah kegiatan goyangnya, dia nyempetin untuk buka sebatas setengah muka topeng kepala badutnya dan make kedua tangannya untuk ngipas-ngipas mukanya. Tutup, joget, buka lagi untuk ngipas, pake lagi, dan lanjut joget lagi. Sambil tetap merhatiin badut Marsa itu gue bersyukur dalam hati. Diluar sana banyak orang yang ngejalanin kehidupan yang lebih keras. Salah satunya orang yang ada di dalam badut itu, yang jam segitu masih harus nyari duit untuk menuhin kebutuhannya, yang harus kegerahan dan kekurangan udara kekurung di dalam kostum badut untuk narik perhatian orang, nari ke kanan ke kiri untuk bisa ngehibur orang-orang yang lalu lalang dengan muka lelah mereka. Pas pengumuman kereta bogor masuk, gue ngeliat badut itu nengok ke belakang, tepatnya ke arah stasiun, ternyata ada cewek yang manggil dia dari dalam stasiun. Sebelum naik ke kereta gue ngeliat cewek yang manggil badut ngasih duit ke badut itu melalui cela-cela pagar pembatas stasiun.

Kebaikan..

Cewek itu baru aja ngelakuin kebaikan untuk badut itu.. dan dirinya. Kebaikan pasti berbuah, mungkin ga langsung saat itu, tapi pasti. Karena rantai kebaikan ga pernah putus. Ga akan pernah.

"Happy weeken' Dian.." suara dari salah satu manager yang duduk di belakang gue. Baru inget, selain kesederhanaan dan kebaikan, ada satu hal lagi yang menyenangkan:

HARI JUMAT

-18.04pm, 6th floor. Happy weekend!

Dunia luar itu jahat, tapi jangan lupa bersyukur untuk orang-orang baik yang ada disekitar kita. Dan gue bersyukur untuk kehadiran mereka. Mereka semua. Iya kalian.. yang baca ini.

Rabu, 08 April 2015

Because of Sosmed

Diposting oleh Dian di 14.31 0 komentar
Because of Sosmed, sometimes people forget the joy of being alone. 
Because of Sosmed, people rarely completely enjoy something since they are now too busy posting about that. 
Because of Sosmed, people lose the excitement of getting to know strangers. 
Because of Sosmed, people speculate too much over something. 
Because of Sosmed, it becomes too easy for them to believe in something though they have not proven that what they read is true. 
Because of Sosmed, people judge other people only upon what they post. 
Because of Sosmed, their mask gets thicker, and thicker, yet it becomes easier for them to fake theirselves. 
Because of Sosmed, people think they know someone too much. 
Because of Sosmed, people stalk other people, people want to know everything about them. 
Because of Sosmed, sometimes people don’t respect other people’s privacy anymore.

Sharing is Caring

Diposting oleh Dian di 14.10 0 komentar
Habis mampir ke salah satu website komunitas. Dan nemu kalimat bagus ini di home web mereka..


“Berbagi itu membahagiakan, karena dengan berbagi berarti kita bersyukur untuk setiap nikmat yang kita terima. Berbagi itu sama sekali tidak mengurangi, berbagi justru melengkapi dan menyempurnakan. Berbagilah, karena berbagi akan membuatmu merasa lebih kaya.. bukankah itu yang selalu kita cari dalam hidup? Menjadi kaya, dan bahagia karenanya. Maka berbagilah.. ”


Sharing is Caring :)
 

Dian Mahardika Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea